Program Adopsi Desa

  • Sama seperti adopsi anak, adopsi desa melibatkan 2 pihak, yakni pihak yang mengadopsi dan pihak yang diadopsi.
  • Pihak yang mengadopsi adalah jemaat GKIN, sedangkan pihak yang diadopsi adalah jemaat yang berkekurangan di gereja atau keluarga yang berkekurangan di desa di Indonesia.
  • Mengadopsi berarti membantu secara materi, namun yang jauh lebih penting adalah berusaha mengerti dan menjadi bagian hidup dari pihak yang diadopsi. Diharapkan ada hubungan emosional dan saling mendoakan di antara kedua belah pihak.
  • Bantuan diberikan melalui KDM tiap bulan selama masa waktu tertentu.
  • Sudah saatnya GKIN memikirkan misi keluar gereja
  • Perubahan yang holistik membutuhkan proses panjang dan komitmen yang tinggi

Pengelolaan bantuan akan dilakukan secara profesional dan terukur

  • Akan dikembangkan website khusus untuk memberikan informasi secara berkala atas program yang berjalan dan dana yang dikumpulkan, termasuk profil keluarga yang akan diadopsi.
  • Akan ada beberapa volunteer yang bekerja dalam tim untuk mengelola program dan menyimpan database keluarga yang diadopsi dan mengadopsi.
  • Perubahan pada keluarga yang dibantu juga akan diukur tingkat keberhasilannya (apakah ada peningkatan pendapatan keluarga setelah bantuan diberikan).

Pilot Project Program Adopsi Desa akan dimulai di Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta.

Pemilihan desa di Jawa sebagai pilot project didasarkan pada kriteria:

  • Mudah dimonitor dan dievaluasi
  • Mudah dikunjungi saat jemaat berlibur ke Indonesia
  • Ada gereja yang aktif di lokasi
  • Ada LSM yang dapat membantu mengawasi
  • Jemaat GKJ Wiladeg yang hidup dalam kemiskinan
  • Memiliki anak-anak yang masih sekolah
  • Saat ini terdapat sekitar 51 jemaat yang akan dibantu melalui Program Adopsi Desa

Translate »